Jumat, 08 Mei 2026

SEJARAH SMAN1LALAN


 

Sejarah Berdirinya SMAN 1 Lalan

Sejarah SMAN 1 Lalan tidak terlepas dari perjuangan pendidikan menengah di wilayah Lalan yang dimulai dari sebuah inisiatif sekolah swasta. Berikut adalah lini masa perjalanannya:

1. Masa Perintisan: SMA Padmayata (Sebelum 2006)

Sebelum status negeri didapatkan, cikal bakal sekolah ini adalah sebuah SMA swasta bernama SMA Padmayata.

  • Kepemimpinan: Dipimpin oleh Bapak Agus Priambada, S.Pd. (Almarhum).

  • Sistem Satu Atap: Pada masa itu, SMA Padmayata masih menumpang atau beroperasi dengan sistem "Satu Atap" di lingkungan SMPN 4 Bayung Lincir. Hal ini merupakan langkah awal untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan bagi lulusan SMP di wilayah tersebut.

2. Peresmian SMAN 1 Lalan (9 September 2006)

Momen bersejarah terjadi pada tanggal 9 September 2006, di mana sekolah ini resmi menyandang status negeri dengan nama SMAN 1 Lalan.

  • PJs Kepala Sekolah Pertama: Bapak Agus Priambada, S.Pd. dipercaya untuk mengawal masa transisi ini sebagai Pejabat Sementara (PJs) Kepala Sekolah.

  • Angkatan Pertama: Meskipun diresmikan pada akhir 2006, proses belajar mengajar secara penuh sebagai sekolah negeri untuk Angkatan Pertama dimulai pada Tahun Ajaran 2007/2008.

3. Perkembangan Hingga Saat Ini

Dari awal yang sederhana dengan menumpang di gedung SMP, SMAN 1 Lalan terus bertransformasi menjadi institusi pendidikan utama di Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin.

  • Pembangunan Infrastruktur: Seiring berjalannya waktu, sekolah telah memiliki fasilitas gedung sendiri,  dan sarana pendukung lainnya.

  • Prestasi & Alumni: Sejak angkatan pertama tahun 2007/2008, sekolah telah melahirkan ribuan alumni yang berkontribusi di berbagai sektor, baik di tingkat daerah maupun nasional.

  • Status Terkini: Saat ini, SMAN 1 Lalan terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran dan pengembangan karakter siswa sesuai kurikulum nasional yang berlaku.


Catatan Penulis (  sumber yang di kumpulkan penulis: fardes Jon.S.Pd.,M.Si): Sosok almarhum Bapak Agus Priambada, S.Pd. memiliki jasa yang sangat besar sebagai peletak batu pertama pendidikan SMA di Lalan. Dedikasi beliau dari masa SMA Padmayata hingga menjadi SMAN 1 Lalan merupakan fondasi utama sekolah ini.

 

Era Kepemimpinan Definitif Pertama (2007 - 2010)

Tahun 2007 menjadi tonggak baru bagi SMAN 1 Lalan dengan hadirnya kepala sekolah definitif pertama:

  • Kepala Sekolah: Bapak Muzairin, S.Pd., M.M.

  • Masa Jabatan: 2007 hingga 2010.

  • Perkembangan: Di bawah kepemimpinan beliau, SMAN 1 Lalan mengalami peningkatan perkembangan yang signifikan, baik dari segi kuantitas siswa (dimulai dari Angkatan Pertama TA 2007/2008) maupun kualitas sarana prasarana sekolah.

4. Perkembangan Hingga Saat Ini

Dari masa rintisan di gedung SMP hingga kepemimpinan definitif Bapak Muzairin, SMAN 1 Lalan terus bertransformasi menjadi institusi pendidikan utama di Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, dengan fasilitas mandiri dan ribuan alumni yang tersebar di berbagai sektor.

Tonggak kepemimpinan dilanjutkan oleh Bapak Sardi, S.Pd., M.M. dari tahun 2010 hingga 2014. Masa ini dikenal sebagai era ekspansi fasilitas sekolah. Banyak gedung baru yang berhasil dibangun, di antaranya:

  • Laboratorium (IPA/Biologi) untuk menunjang praktik siswa.

  • Perpustakaan sebagai pusat literasi.

  • Gedung Kantor dan Gudang untuk manajemen sekolah yang lebih profesional

Sejak tahun 2014 hingga saat ini, di bawah kepemimpinan Bapak Fardes Jon, S.Pd., M.Si., SMAN 1 Lalan mengalami lompatan perkembangan yang sangat pesat. Fokus utama pada periode ini adalah menciptakan sekolah yang Unggul, Profesional, dan Modern.

Capaian Strategis Era Pak Fardes Jon:

  • Penguatan SDM: Peningkatan profesionalisme guru untuk menghasilkan prestasi siswa yang kompetitif.

  • Modernisasi Sarana Prasarana:

    • Fasilitas Laboratorium Lengkap: Penambahan Lab. Komputer, Lab. Fisika, dan Lab. Kimia.

    • Fasilitas Umum & Ibadah: Pembangunan Musholah, Ruang Pentas Seni, WC Sekolah, dan Lapangan Parkir yang memadai.

    • Fasilitas Olahraga: Pengembangan sarana olahraga yang representatif.

    • Kenyamanan & Teknologi: Pengadaan AC untuk ruang Guru dan Tata Usaha, pembaruan perangkat komputer TU, serta pemasangan CCTV di seluruh area sekolah untuk menjamin keamanan.

    • Lapangan Upacara


 

Senin, 04 Mei 2026

Belajar Koding Dasar ( Fardes Jon.S.Pd.,M.Si)




 Pertama di Mulai dengan Jalur:

1. Jalur Terstrukur dan gratia ( terbaik untuk  kita Pemula persi Fardes Jon)

Jika kalian ingin kurikulum yang jelas dari dasar sampai sertifikasi profesional secra gratis silakan ketik :

- FreeCodeCamp: website ini adalah"emas" bagi Kalian Pemula. Kalian akan belajar lewat praktek langsung di browser. Sangat direkomendasikan untuk belajar Web Develoment (HTML, CSS, Java Script) hingga data Science.

- W3Schools : Sangat bagus untuk referensi Pemula yang cepat mahir. Penjelasan singkat, padat, dan kalian bisa langsung mencoba kode di fitur"Try it Yourself"

2. Interaktif dan Menyenangkan 

Jika Kalian tipe Orang yang cepat bosan dengan teori dan ingin langsung"bermain":

- Codecademy : Memberikan pengalaman belajar yang sangat interaktif. Kalian akan mengetik kode di sisi kiri dan melihat hasilnya di sisi kanan secara real-time.

- Codewars: Jika kalian  sudah paham dasar  dan ingin mengasah logika kalian, situs ini memberikan tantangan koding(disebut kata ) dengan berbagai tingkat kesulitan.

3.Video Tutorial dan kursus mendalam

- Youtube ( Gratis) : Cari kanal seperti Web Programming UNPAS ( untuk  bahasa Indonesia yang sangat detail) atau Programming With Mosh ( untuk penjelasan konsep yang Jernih ).

- Udemy (Berbayar) : Sering adan diskon yang besar( sekitar Rp.150 ribu). Cari kursus dari instruktur seperti Anggela Yu atau Colt steele untuk paket"Bootcamp" lengkap dari Nol.

4. Dokumentasi Resmi ( untuk Kalian Mahir Lanjutan )

Setelah kalian paham dasar, tempat terbaik untuk mahir dalah membaca dokumentasi aslinya:

- MDN Web Docs : Kitap Master ( Suhu) untiuk segala hal tentang web ( HTML, CSS, JS)

Jangan mencoba mempelajari semua bahasa coding sekaligius. Jika kalian ingin membuat website seperti blog yang sedang kamu Buka. Mulai lah belajar

1.HTML ( struktur)

2. CSS ( Tampilan/Desain) 

3. JavaScript ( Logika/Interaksi)

Terima Kasih, Semoga Bermanfaat , belajar sepanjang Waktu ( Fardes Jo.S.Pd.,M.Si)



Minggu, 26 Oktober 2025

Cerita Berdirinya Kecamatan Lalan






 Jejak Harapan di Tanah Lalan

Sebuah Cerita Tentang Berdirinya Kecamatan Lalan

Cerita ini untuk mengiatkan literasi Murid SMAN1 LALAN ( Pentingnya literasi)

Bab 1: Hutan Sunyi di Tepi Sungai

Dahulu kala, sebelum tahun 1990, wilayah yang kini kita kenal sebagai Lalan adalah bagian dari hutan lebat dan rawa-rawa yang luas di Kabupaten Musi Banyuasin. Wilayah ini dialiri oleh sungai besar bernama Sungai Lalan.

Di sini, alam masih sangat asri. Suara burung dan satwa liar lebih sering terdengar daripada suara manusia. Hanya sedikit perkampungan asli yang hidup damai di sepanjang tepi sungai, memanfaatkan alam untuk bertahan hidup. Sebagian besar wilayahnya adalah "tanah tidur" yang menyimpan potensi besar.

[Gambar hutan rawa gambut dan sungai yang tenang]

Bab 2: Perjalanan Menuju Harapan (Tahun 1990)

Pada tahun 1990, pemerintah Indonesia memiliki program besar bernama "Transmigrasi". Tujuannya adalah memindahkan penduduk dari pulau-pulau yang sangat padat, seperti Jawa, sunda,( cerebon), Bali, dan Madura, ke pulau-pulau yang masih luas seperti Sumatera.

Lalan terpilih menjadi salah satu tujuan.

Maka, dimulailah sebuah perjalanan besar. Ratusan keluarga mengucapkan selamat tinggal pada kampung halaman mereka. Mereka berlayar mengarungi lautan, membawa sedikit harta benda, namun membawa harapan yang besar di dalam dada. Mereka adalah para pelopor, para "transmigran".

"Kita akan memulai hidup baru," bisik seorang ayah kepada anaknya di atas kapal yang bergoyang. "Di sana, kita akan punya tanah sendiri."

[Gambar kapal besar mengangkut orang-orang dan barang bawaan]

Bab 3: Membuka Lahan, Membangun Mimpi

Sesampainya di Lalan, para transmigran tidak langsung menemukan rumah yang indah. Mereka disambut oleh hutan dan lahan yang masih "perawan". Tantangan besar ada di depan mata.

Pemerintah telah menyiapkan lahan dan rumah sederhana yang seragam, yang disebut UPT (Unit Permukiman Transmigrasi). Tapi pekerjaan berat baru saja dimulai.

Dengan semangat gotong royong, mereka bekerja bahu-membahu. Laki-laki dan perempuan menebang pohon, membersihkan lahan, dan mengolah tanah rawa agar bisa ditanami. Mereka menghadapi banyak kesulitan: nyamuk, banjir, dan beradaptasi dengan lingkungan yang sama sekali baru.

Mereka menanam padi, sayuran, dan tanaman keras seperti karet. Perlahan tapi pasti, hutan yang sunyi itu mulai berubah menjadi lahan pertanian yang hijau.

[Gambar orang-orang bergotong royong membangun rumah sederhana dan mencangkul ladang]

Bab 4: Tumbuhnya Sebuah Perkampungan

Tahun demi tahun berlalu. Desa-desa transmigrasi yang dulu hanya berupa UPT, mulai tumbuh. Anak-anak yang dulu ikut pindah kini sudah beranjak dewasa. Bahkan, banyak anak-anak baru lahir di tanah harapan ini.

Sekolah-sekolah sederhana didirikan. Masjid dan gereja dibangun sebagai tempat ibadah. Pasar-pasar kecil mulai ramai, tempat mereka menjual hasil kebun dan membeli kebutuhan.

Wilayah Lalan tidak lagi terisolasi. Jalan-jalan setapak berubah menjadi jalan yang lebih baik. Perekonomian mulai berputar. Selain karet dan padi, tanaman kelapa sawit mulai berkembang dan menjadi andalan baru bagi banyak keluarga.

Wilayah Lalan menjadi "Indonesia mini". Orang-orang dari berbagai suku—Jawa, Sunda, Bali, Madura, dan penduduk asli Sumatera—hidup berdampingan dengan rukun.

[Gambar sebuah desa yang ramai dengan sekolah, masjid, dan pasar kecil]

Bab 5: Lahirnya Sebuah Kecamatan

Permukiman yang dulu hanya beberapa desa transmigrasi kini telah berkembang pesat. Jumlah penduduknya semakin banyak. Roda pemerintahan desa berjalan, ekonomi tumbuh, dan kehidupan masyarakat semakin kompleks.

Masyarakat Lalan merasa mereka sudah cukup "dewasa" untuk mengurus diri sendiri. Mereka tidak lagi ingin menjadi bagian jauh dari kecamatan induk (Kecamatan Bayung Lencir). Mereka butuh pelayanan pemerintah yang lebih dekat dan cepat.

Maka, dimulailah perjuangan untuk "pemekaran". Para tokoh masyarakat, kepala desa, dan pemuka adat bersatu. Mereka bermusyawarah, mengumpulkan data, dan mengajukan usulan kepada Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.

Perjuangan itu tidak mudah dan butuh waktu lama.

Akhirnya, setelah melalui proses yang panjang, pada tahun 2005, usulan itu disetujui. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda), wilayah Lalan resmi dimekarkan dan berdiri sebagai sebuah kecamatan baru: Kecamatan Lalan.

Itu adalah hari yang bersejarah! Masyarakat bersuka cita. Perjuangan mereka sejak menginjakkan kaki di tahun 1990 telah membuahkan hasil.

[Gambar peta wilayah Kecamatan Lalan yang baru dan orang-orang merayakannya]

Bab 6: Masa Depan di Tanah Lalan

Kini, Kecamatan Lalan berdiri dengan bangga. Ia adalah bukti nyata dari kerja keras, keringat, dan air mata para transmigran pelopor.

Dari hutan sunyi, Lalan telah berubah menjadi kecamatan yang hidup dan berkembang. Cerita ini adalah pengingat bahwa dengan tekad yang kuat dan semangat persatuan, harapan bisa diwujudkan, dan mimpi bisa dibangun di atas tanah mana pun.

Tamat.

Sabtu, 25 Oktober 2025




 ‘STRATEGI KEPEMIMPINAN DEEP LEARNING YANG MENYENANGKAN”

Kepala Sekolah adalah Manager,supervisor dan memanfaatkan peluang kemajuan sekolah, Dalam hal ini Kepala sekolah Harus :

-          Menetapkan Visi ,Misi dan tujuan sekolah  yang Jelas

Kepemimpinan yang efektif dalam Era Pembelajaran Mendalam ( Deep Learning) di mulai dari Visi. Di sini kita tetapkan visi , dimana visi tersebut untuk mencapainya kita buat misi perencanaannya, maka tujuan yang akan di capai dapat di tentukan.

-          Membangun dan Mengembangankan Para Talentea Ahli di sekolah Kita

Deep Learning adalah bidang  yang sangat terspesialisasi dan terkhusus dalam mengatasi tantangan nyata. Stategi Kepemimpinan harus berfokus ganda : Merekrut talenta eksternal terbaik ( seperti data scientistis dan ML enginers) dan , yang tak kallah penting, mengembangkan talenta internal.Kepala sekolah harus mensponsori program upskilling dan reskilling yang serius, menciptakan jalur karier yang jelas bagi mereka yang ingin berspesialisasi di bidang AI, dan membangun lingkungan di mana para ahli merasa tertantang dan di hargai

-          Mendorong Tata Kelelola Data Sekolah ( Data Governance)

Model deep learning “hidup” dari data; tanpa data yang berkualitas tinggi, bervolume besar, dan mudah di akses, Inisiatif DL akan gagal. Seorang pemimpin harus memposisikan data sebagai asset strategis utama Sekolah.Ini juga memperjuakan Aset dalam Infrasruktur data, menetapkan kebijkan tata kelola data  yang ketat ( termasuk kulaitas, keamanan, dan privasi), dan terjoneksi antar wakil kepala sekolah, Tata usaha, perpustakaan dan mengalir dengan lancer ke team sekolah yang membutuhkan.

-          Mengalokasikan Sumber Daya Infrastruktur yang Tepat

Pelatihan model DL membutuhkan daya komputasi yang sangat besar, seringkali melibatkan GPU ( Graphics Processing Units) atau TPU ( Tensor Processing Unuits) yang mahal. Kepala sekolah harus membuat keputusan cerdas tentang infrastruktur : apakah akan berinvestasi besar pada perangkat keras on-premise atau memanfaatkan fleksibilitas plaffon cloud ( seperti AAWS, google Cloud, atau Azure). Anggaran ini di buat harus dengan keputusan selaras dengan kebutuhan skalabilitas, kecepatan dan Anggaran Organisasi Sekolah.

-          Fokus pada Proyek Percontohan ( Pilot Projects) yang menjadi Unggulan Sekolah

Mencuba menyelesaikan Peluang terbesar Sekolah dengan proyek Deep learning pertama dalah resep kegagalan. Kepala sekolah yang bijak akan mengidentifasi” Kemenagan cepat” (quick wins) melalu proyek percontohan . Memilih masalah yan berdampak relative tinggi namun kompleksitasnya terkelola. Keberhasilan proyek percontohan ini sangat penting untuk membuktikan nilai investasi (ROI), membangun momentum, dan mendapatkan dukungan dari pemangku kepentingan lain di dalam Organisasi sekolah.

-          Menegakkan AI yang Etis dan Bertanggung Jabab

Seiring dengan kekuatan besar DL, muncul pula tanggung jawab besar. Model DL dapat mewarisi dan bahkan memperkuat ias yang ada dalam data, yang mengarah pada hasilyang tidak adl atau diskriminatif. Kepala sekolah harus menjadi penjaga Etika.. Ini melibtakan pembentukan dewan penijau etika AI, menuntut transparansi dalam cara kerja model ( Explainable AI/XAI), dan memastikan bahwa setiap system yang di terapkan adil, akuntabel, dan aman bagi pengguna.

-          Mengukur Dampak Peluang sekolah dan ROI secara ketat

Inisiatif DL tidak boleh menjadi sekedar proyek penelitian sains yang terisolasi. Kepala sekolah harus terus-menerus menghubungkan output teknis dengan hasil prestasi Siswa. Ini berarti menetapkan Metrik Kinerja Utama (KPI) yang jelas sebelum program di mulai.Apakah tujuan mengurangakn kegiatan ? Mengoptmalkan Peran serta wakil kepala sekolah, staff sekolah secara diagnostic? Kepala sekolah harus menuntut laporan dari wakil kepala sekolah dan staff tata usaha secara nyata memberikan nilai satuan Pendidikan.

-          Mendorong Pembelajaran Berkelanjutan dan Adaptasi

Bidang DL berkemkembang dengan kecepatan yang luar bias: teknik-teknik baru muncul hamper setiap bulan. Strategi yang ditetapkan hari ini mungkin perlu disesuaikan dalam enam bulan ke depan. Oleh karena itu, pilar dari kepemimpinan DL adalah komitmen terhadap pembelajaran berkelnjutan. Kepala sekolah harus tetap ingin tahy, mendorong timnya untuk terus mengikuti pelatihan (riset) terbaru, dan membangun organisasi yang gesil (agile) yang dapat beradaptasi dan mengintergrasikan kemajuan baru dengan cepat.

 

Senin, 20 Oktober 2025

 Landasan Pendidikan sudah Jelas dalam UUD 45, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) menetapkan pendidikan sebagai hak dasar warga negara dan kewajiban negara. Berikut pasal-pasal penting yang menjadi dasar pendidikan di Indonesia

Pasal 28C ayat (1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia."

Pasal 31 ayat (1):"Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

Pasal 31 ayat (2):"Pemerintah wajib membiayai dan menyelenggarakan pendidikan nasional yang terencana, merata, dan berkeadilan."

Makna dan Implikasi

  • Pendidikan adalah hak asasi manusia yang dijamin konstitusi.
  • Negara memiliki tanggung jawab aktif dalam menyediakan pendidikan yang berkualitas dan merata.
  • Pendidikan harus mendukung pengembangan diri, kesejahteraan, dan kemajuan bangsa
Sekolah Bertahan dan sekolah Maju dari Budaya sekolah yang suportif, sebab layanan pendidikan bermutu sama dengan output manusianya, Guru.
salah satu tugas terpenting pemimpin sekolah sama dengan Manajemen dan pengembnagan Guru.

Senin, 06 Oktober 2025



GURU HARUS TERUS BELAJAR SESUAI DENGAN ZAMANNYA

Guru Harus terbuka dengan Hal yang Baru, berani mencoba, dan tidak takut gagal. Perubahan bukan ancaman, tapi kesempatan untuk tumbuh bersama murid ( pola pikir Fleksibel ( growt Mindset).Tantangan bukan sekedar mengikuti perubahan. tapi menyiapkan diri agar relevan dan bermakna.

Guru tidak harus ahli teknologi, tapi perlu tahu cara menggunakan alat digital yang mendukung pembelajaran. paling tidak sudah dapat mengunkanan Canva,Google Classroom,  atau ChatGPT untuk membantu mengajar lebih efesien.

Keteramplian Sosial dan Emosional (SEL)

Guru sekarang harus bisa mememahi perasaan, bukan hanya mangajar materi. Ada Rasa Empati dan komunikasi menjadi kunci guru agar  murid merasa aman dan hangat

Kreativaias dalam Mengajar

Guru harus mengunakan pendekatan Proyek, permainan, atau diskusi terbuka. Metode Kreatif akan membuat murid tetap antusian walaupun Dunia terus berubah sesuai dengan zaman.

Kemauan untuk terus Belajar

Guru Selalu Ingin belajar, karena Guru Hebat bukan yang tahu segalanya, tapi harus belajar setiap hari, ikut Plelatihan, baca sumber baru, ataupun berdiskusi dengan sesama Guru maupun di komunitas Guru tersebut.

Harkat Martabat Guru Senang melihat Keberhasilan anak didiknya


Jumat, 26 September 2025


Pendampingan OJT 1 di SMAN3 Sekayu, Mendampingi KS PM Musi Banyuasin 5,
kami sebagai Fasilitor ke 2 yang Mendampingi 12 Kepala Sekolah SMA/K kabupaten Musi Banyuasin bertempat di SMAN3 Sekayu, ,sedangkan Fasilitatorke 1 mendampingi kepala SMA/K negweri di SMKN1 Sekayu, adapun tujuan OJT 1 ini, Bagaimana Pelaksanaan yang telah di lakukan KS hebat PM di kabupaten Musi Banyuasin menyelerasiakan visi,misi dan tujuan sekolah, sehingga tersusunnya dokumen penyesuaian visi , misi dan tujuan seluruh warga sekolah , sehingga seluruh warga sekolah memahami dan menginternasilisasikan visi-misi dan tujuan sekolah.
Tahap-tahap ini akan kita Lhat dari :
1.Perencanaan di mana disini ada ;Penyusunan Jadwal, Refleksi, pembentukan Tim
2. Pelaksanaan : Diskusi dengan komunitas sekolah dan Pengawas Sekolah,komite sekolah, siswa Workshop , maupun IHT 
3. Movev : Evaluasi ketercapaain pemahaman Visi,misi dan tujuan oleh Warga sekolah
    
     Sekolah yang kita dampingi, akan terlihat apa yang menjadi Program sekolah berdasarkan Inkuiri Kolaboratif.
Sekolah akan menarik akar masalah dari identifikasi Masalah tersebut dengan Memperhatikan raport Pendidikan dan kondisi sekolah yang mereka Pimpin.
Pada Pendampingan ini Kami sebagai fasilitator membatasi sampai dengan Asess dan Desain..
( Identifikasi masalah dan Perencanaan ) saja